Finis di posisi kelima belas dan meraih satu poin mungkin tidak terdengar istimewa, tetapi bagi Niccolò Bulega, itu menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Wakil juara WorldSBK itu berhasil menyelesaikan balapan penuh pertamanya di Grand Prix Portugal, menunjukkan kemajuan dan kendali yang baik di atas Ducati Desmosedici GP25 setelah menjalani akhir pekan yang sulit.
“Bukan tentang poinnya sendiri,” jelas Bulega. “Yang penting adalah pada akhir balapan, saya mulai mendapatkan kepercayaan diri. Ini adalah sesi panjang pertama saya dengan Ducati karena sebelumnya, akibat cuaca buruk dan kesalahan saya sendiri, saya tidak pernah berhasil menyelesaikan banyak putaran. Meskipun ini adalah balapan, bagi saya rasanya seperti sesi latihan — di situlah saya belajar paling banyak. Putaran terbaik saya terjadi dua lap sebelum finis dengan ban yang sudah aus, jadi ada hal positif yang bisa diambil dari situ.”
Pembalap asal Italia itu mengakui bahwa kecelakaan pada hari Sabtu sempat mengguncang kepercayaan dirinya, sehingga tujuan utamanya pada hari Minggu hanyalah untuk menyelesaikan balapan. “Setelah kejadian kemarin, saya ingin tetap tenang dan menghindari kesalahan bodoh. Saya memastikan bagian depan motor benar-benar panas dengan baik dan fokus untuk membawa motor sampai garis finis. Hari ini adalah tentang memahami GP25 dan bagaimana beradaptasi dengan MotoGP.”
Ketika ditanya apakah sekarang ia sudah merasa seperti pembalap MotoGP sejati, Bulega menjawab dengan hati-hati:
“Masih terlalu dini untuk mengatakan itu. Saya masih harus banyak belajar — start saya masih buruk, saya sering membuat kesalahan sebagai rookie, dan saya belum mengendarai motor seperti seharusnya. Tapi jika saya bisa memperbaiki beberapa hal dan tetap konsisten di atas motor, saya yakin saya akan berkembang.”
Tantangan terbesar, katanya, berasal dari perbedaan karakter ban antara WorldSBK dan MotoGP.
“Jika sistem pengeremannya bekerja sama, maka bannya tidak. Itulah hal tersulit untuk dipahami. Pirelli memberikan jauh lebih banyak rasa percaya diri — perbedaannya seperti hitam dan putih dibandingkan dengan Michelin. Dengan Pirelli, kamu bisa melakukan hal-hal yang di sini tidak mungkin dilakukan. Kamu harus mengendarai motor dengan cara yang benar-benar berbeda. Rasanya seperti belajar mengendarai dari awal lagi. Di setiap tikungan, saya harus mengingatkan diri sendiri untuk tidak mengerem terlalu keras. Kecelakaan kemarin terjadi karena saya secara naluriah masih berkendara seperti menggunakan ban Pirelli. Hari ini, saya mengubah pendekatan. Saya berkendara dengan cerdas dan fokus untuk menyelesaikan balapan.”
Juara Supersport 2023 itu juga menceritakan insiden nyaris celaka yang dialaminya di balapan:
“Ketika saya berhasil menyusul Oliveira dan grup di depan, saya melebar di Tikungan 5 dan kehilangan beberapa detik. Saya sedang berjuang dengan perangkat pengatur ketinggian motor dan harus mengurangi kecepatan. Saya menyadari bahwa saya terlalu agresif, jadi saya melepas rem agar tidak terjatuh lagi. Setelah itu, saya hanya mencoba beradaptasi dan belajar. Saya memahami beberapa hal yang akan saya terapkan tahun depan saat tes di Sepang — tetapi ketika akhirnya saya menemukan ritme saya, semuanya sudah terlambat.”
Saat ditanya tentang Francesco Bagnaia, yang kembali mengalami kecelakaan, Bulega menunjukkan simpati:
“Saya rasa bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya sulit percaya bahwa pembalap selevel dia bisa tampil begitu tidak konsisten. Dia sangat kuat ketika semuanya berjalan dengan baik, tetapi tahun ini dia mengalami lebih banyak balapan buruk daripada yang bagus. Begitu dia menemukan kembali rasa percaya dirinya, hanya sedikit yang akan mampu mengalahkannya.”
Menatap balapan di Valencia, Bulega menganggapnya sebagai kesempatan belajar lainnya:
“Saya belum balapan di sana sejak 2021, jadi ini tidak akan mudah. Tapi sesi tes setelahnya akan sangat penting bagi saya. Saya mulai mendapatkan kepercayaan diri, tetapi MotoGP tidak memungkinkan kamu untuk langsung cepat begitu saja — jika semudah itu, semua orang pasti sudah ada di sini.”
Debut Bulega mungkin tidak spektakuler, tetapi sangat berarti. Rookie asal Italia itu mulai memahami apa yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi — dan dengan kesabaran, ia yakin hasilnya akan datang.


